Agus Harimurti Dan Roti Jadul Guriyana Yang Menggugah Selera

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat menjalani masa kampanye sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono sempat mengunjungi pabrik roti favoritnya saat ia kecil. Pabrik roti tersebut berada di Jalan Kayu Manis IX nomor 46, Matraman, Jakarta Timur. Bermerek Guriyana, pabrik roti yang dikunjungi oleh Agus sebenarnya berusia lebih tua darinya.

“Pabrik roti ini berdiri dari tahun 1971. (Orang) yang buat adalah bapak saya namanya Haji Muhamad Subari,” kata Ika, generasi kedua penerus Roti Guriana kepada KompasTravel, Rabu (15/2/2017).

BACA JUGA: Toko Roti Tertua di Solo, Buka Sejak 1881

Ika mengatakan saat Agus datang ke pabriknya, ia sedang tak di tempat. “Saya dengar ada kabar katanya Agus mau datang ke Kayu Manis, cuma kan (daerah) Kayu Manis besar ya, tidak sangka dia mampir ke sini,” kata Ika.

Jaja, pedagang Roti Guriyana yang berada di pabrik saat Agus mampir mengatakan saat itu suasana sangat ramai. “Kata Agus waktu dia ke sini, dia suka makan roti ini dari kecil, pulang dia beli roti tawar, 12 (buah),” kata Jaja sembari tertawa.

Sejarah Roti Guriyana

Roti Guriyana lebih tua enam tahun dari Agus yang lahir tahun 1977. Dari dulu, Roti Guriyana memang dibuat di pabrik yang terletak di Jalan Kayu Manis. “Karena ramai, pabriknya dibuka lagi di Jalan Dukuh,” kata Jaja.

Jaja adalah saksi hidup napak tilas Roti Guriyana. Ia menjadi penjual keliling Roti Guriyana sejak tahun 1977. Secara tak sengaja tahun tersebut sama dengan tahun lahir Agus.

“Saya masih ingat, roti manis yang pertama saya jual harganya Rp 19, roti tawar Rp 35. Saya jualan dari saya masih bujangan sampai begini,” kata Jaja sembari tertawa, memperlihatkan giginya yang dapat dihitung jari.

BACA JUGA: Toko Roti Jadul, Rasanya Tak Kalah dengan Roti Kekinian

Selama 46 tahun, Roti Guriyana mengalami pasang surut. Inflasi dan kenaikan harga bahan membuat Roti Guriana menyesuaikan harga.

“Biasanya kalau ada kenaikan harga, harganya masih sama. Dilihat tiga bulan, nanti baru ada perubahan. Sekarang roti manisnya ada yang jual Rp 4.000 ada yang jual Rp 5.000. Kalau roti tawar itu favorit, dijual Rp 10.000,” kata Jaja.

Kompas.com/Silvita Agmasari Jaja pedagang Roti Guriyana sejak tahun 1977.

Ika mengatakan kunci bertahannya Roti Guriyana meski digempur oleh toko roti modern adalah kejujuran para mitra pedagang dan kepercayaan pelanggan.

“Kami tak pakai pengawet, tiap hari dibuat jam 06.00-12.00. Tiga hari nanti juga rotinya rusak kalau tak pakai pengawet,” kata Ika.

BACA JUGA: Roti Gulung Bermotif Batik Ada di Pekalongan

Saat ini roti Guriyana memiliki 30 orang pedagang roti keliling termasuk Jaja yang memiliki kawasan jual daerah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Ada 11 jenis roti yang dijual Roti Guriyana, termasuk rasa cokelat, susu, keju, kacang, dan masih banyak lainnya.

Rasanya? Empuk dengan tekstur yang padat tetapi tak keras, manisnya pas, dan harum. Tak heran Roti Guriyana masih terus bertahan dan memiliki pelanggan setia seperti Agus.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/15/140200627/agus.harimurti.dan.roti.jadul.guriyana.yang.menggugah.selera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *