Arab Saudi Lirik Investasi Pariwisata Di Mandalika, Lombok

JAKARTA, KOMPAS.com – Arab Saudi melirik potensi investasi bidang pariwisata di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pertemuan untuk pembicaraan investasi akan dilakukan antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan pihak delegasi Arab Saudi.

“Selain melihat langsung destinasi wisata Mandalika, akan ada pertemuan bisnis antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan pihak delegasi Arab Saudi terkait pariwisata,” ujar Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib, yang didampingi Person In Charge (PIC) Mandalika, T Rahmadi, Jumat (24/2/2017) seperti dikutip dari siaran pers yang diterima KompasTravel.

Hiramsyah mengatakan, kedatangan Raja Salman ke Bali ini harus jadi penyemangat buat Lombok, supaya jadi destinasi yang sama dengan Bali, baik infrastruktur dan keamanannya. Ia menyebut Lombok baru akan memiliki hotel bintang lima plus setelah kawasan Mandalika rampung.

“Karena hotel-hotel yang akan dibangun di sana memang hotel berkelas dunia,” jelas Hiramsyah.

BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Bakal Berimbas untuk Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Muhammad Faozal menjelaskan bahwa pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, sedang dikebut. Pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud membawa rombongan besar saat berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa rombongan yang ikut serta mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Naikkan Kunjungan Turis Timteng

Kedatangan Raja Salman ke Indonesia terkait pertemuan kedua negara untuk membahas sejumlah topik. Topik yang akan dibahas dalam pertemuan kenegaraan itu antara lain penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, hingga perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

Raja Salman dan rombongan dikabarkan akan berlibur ke Bali dari tanggal 4 hingga 9 Maret 2017. Namun, status rombongan di Bali bukan lagi tamu negara, melainkan wisatawan biasa.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/25/120300127/arab.saudi.lirik.investasi.pariwisata.di.mandalika.lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *