Berwisata Buah Di Kampung Lapak Durian Binuang

POLEWALI, KOMPAS.com – Musim buah durian membuat Kecamatan Binuang sebagai ikon penghasil buah-buahan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali mendadak populer dan ramai dikunjungi wisatawan.

Aneka buah-buahan dijajakan secara tradisional di depan rumah warga. Kecamatan Binuang terkenal dengan lapak buah terpanjang yang membentang dari Desa Rea, Desa Kanang hingga Desa Silopo, perbatasan Kabupaten Polewali Mandar (Sulbar) dan Kabupaten Pinrang (Sulsel).

Di sepanjang jalur lintas barat Sulawesi ini wisatawan bebas memilih buah durian yang dijajakan oleh ratusan lapak dengan harga terjangkau dan tentu saja rasa buah durian yang khas.

Para pedagang di sepanjang jalur trans sulawesi ini buka 24 jam untuk melayani wisatawan yang datang mencicipi aneka buah yang dijajakan.

KOMPAS.com/JUNAEDI Kawasan wisata buah di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat terkenal dengan lapak buah terpanjang di dunia yang membentang belasan kilometer dari Desa Rea, Kanang hingga Desa Silopo, perbatasan Polewali Mandar (Sulbar) dan Kabupaten Pinrang (Sulsel).

Pembeli umumnya adalah wisatawan yang sengaja datang untuk menikmati aneka buah di kawasan ini, tak terkecuali para pengendara yang melintas di jalur ini.

Pengendara yang lelah dalam perjalanan di jalur trans sulawesi mulai dari Makassar hingga Palu (Sulawesi Tengah) kerap mampir selain untuk melepas lelah juga untuk menikmati aneka buah yang dijajakan warga.

Yang menarik, wisatawan tak perlu ragu membeli buah, sebab jika ditemukan ada buah yang rusak atau busuk bisa langsung diganti dengan buah durian yang lebih baik tanpa harus menambah ongkos.

Indah, salah satu penikmat durian mengaku rasa khas durian di lokasi ini sangat enak dan legit. Indah bahkan mengajak sejumlah rekannya menikmati legitnya buah durian khas Mandar di lokasi ini.

“Rasanya enak, legit dan beda dari durian yang biasanya saya cicipi,” katanya.

KOMPAS.com/JUNAEDI Kawasan wisata buah di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat terkenal dengan lapak buah terpanjang di dunia yang membentang belasan kilometer dari Desa Rea, Kanang hingga Desa Silopo, perbatasan Polewali Mandar (Sulbar) dan Kabupaten Pinrang (Sulsel).

Ratna, salah satu pedagang durian menuturkan, kawasan lapak ini paling ramai pada hari libur nasional dan liburan akhir pekan.

Ia mengaku sejak dahulu Kecamatan Binuang terkenal sebagai sentra penghasil buah durian dan buah-buahan lainnya seperti rambutan.

Harga durian bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per buah, tergantung jenis durian dan ukuran besarnya.

Karena harganya relatif murah, tak jarang pembeli langsung memborong buah durian untuk dibawa pulang ke rumah atau oleh-oleh untuk teman dan sahabat.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/13/050900127/berwisata.buah.di.kampung.lapak.durian.binuang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *