Investor Eropa Tertarik Bisnis Pariwisata Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil jajak pendapat (polling) Kamar Dagang Eropa atau European Chamber tahun 2016 menunjukkan 3 bidang bisnis yang diminati investor adalah terkait pariwisata.

Hospitality, travel dan tourism menempati posisi kedua dengan angka sebesar 64 persen. Infrastruktur dan konstruksi di posisi pertama sebesar 76 persen. Ketiga adalah bisnis bidang Food and Beverage sebesar 56 persen.

Bisa terlihat bahwa ketiganya terkait satu sama lain sebagai bidang penunjang utama dunia pariwisata.

Jajak pendapat ini dilakukan oleh Kamar Dagang Eropa atas hasil wawancara para investor Eropa di Indonesia. Namun sayang jajak pendapat ini tidak menjabarkan lebih detil lagi bisnis mana saja yang paling diminati di dunia pariwisata Indonesia.

Secara data juga menunjukkan bahwa investor tidak lagi menumpuk di Bali. Surabaya adalah kota yang diminati oleh investor Eropa. Disusul Bandung dan Medan.

Dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/3/2017), Ketua European Chamber Indonesia, Ulf Backlund, mengungkapkan bahwa pariwisata Indonesia adalah tujuan terbesar di dunia termasuk bagi turis Eropa.

Jadi, menurutnya, tak heran banyak investor Eropa tertarik menanamkan bisnisnya di Indonesia. “Jadi wajar kalau para investor tertarik kan?” ujar Ulf.

Jalu W Wirajati/Kompas.com Bus dengan stiker Wonderful Indonesia tampak di jalanan London pada Rabu (16/11/2016).

Pada kesempatan itu, Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengungkapkan data turis Inggris yang datang ke Indonesia juga naik signifikan yakni 25 persen dari angka sekitar 300.000 pada tahun 2016 lalu.

Selain maraknya iklan Wonderful Indonesia di Inggris, rute penerbangan adalah faktor penting. “Bila masalah rute penerbangan langsung ini bisa diselesaikan, saya yakin angka turis Eropa dan Inggris akan meningkat berkali lipat 2 sampai 3 tahun ke depan,” katanya.

Malik menjelaskan karakter turis Eropa dan Inggris tentu menguntungkan Indonesia. “Kalau turis Asia senang belanja, turis Inggris dan Eropa biasa tinggal lebih lama,” tambah Malik.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/09/221600727/investor.eropa.tertarik.bisnis.pariwisata.indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *