Liburan Ke Republik Tertua Di Dunia? Kunjungi Obyek Wisata Ini…

JAKARTA, KOMPAS.com – Republik San Marino bisa jadi opsi destinasi liburan ke Eropa. Dari Kota Milan, San Marino terletak sekitar 344 kilometer dan dekat dari Kota Rimimi.

Staf Hubungan Masyarakat Kedutaan Besar San Marino untuk Indonesia, Putri Mustika mengatakan San Marino merupakan negara tanpa perbatasan. Ia menuturkan turis hanya butuh visa Schengen untuk bisa masuk ke San Marino.

“San Marino negara republik tertua di dunia. San Marino itu negara bebas pajak, tanpa perbatasan dan hanya dibutuhkan visa schengen untuk masuk,” ujar Putri kepada KompasTravel saat ditemui di pameran wisata Astindo Fair di Jakarta akhir pekan lalu.

San Marino cocok untuk wisatawan penggemar sejarah. Demikian yang diungkapkan oleh anggota Indonesia Tour Leader Association, Jemmy Mongan.

“San Marino punya beberapa poin yang menarik. Di sana ada tiga tower, yang saya tahu hanya dua yang bisa dimasuki karena satu itu pemerintahan. Ada gereja St. Bassilica San Marinus,” kata Jemmy kepada KompasTravel pada kesempatan yang sama.

San Marino terletak di pegunungan dan memiliki iklim empat musim. Gunung Titano, bagian dari Pegunungan Apenina, mendominasi pemandangan sekitar San Marino.

Di San Marino ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi mulai dari Gunung Titano dan tiga menara yang dibangun di lereng gunung. Tiga tower itu adalah Torre Guaita, Torre Cesta, dan Torre Montale.

Menara Torre Guaita adalah menara tertua dan yang paling terkenal dari tiga menara di San Marino. Torre Guaita dibangun pada abad ke-11 dan sempat menjadi penjara.

Menara kedua, Torre Cesta terlatek di puncak tertinggi di Gunung Titano. Di sana ada sebuah museum yang dibangun untuk menghormati Santo Marinus.

Museum Torre Cesta menampilkan lebih dari 1.550 senjata yang berasal dari era abad pertengahan. Wisatawan bisa berkunjung ke Menara Torre Guaita dan Torre Cesta mulai dari pukul 08.00 – 20.00 WIB dengan harga tiket masuk 3-4,5 euro.

Sementara untuk menara ketiga di San Marino, Torre Montale tidak dibuka umum. Namun, wisatawan bisa melihat menara yang terletak di puncak terendah Gunung Titano.

Wisatawan juga bisa menuju puncak Gunung Titano yang terletak di sebelah timur ibu kota San Marino. Dari puncak gunung, wisatawan bisa melihat Laut Adriatik.

Ada pula bangunan bersejarah Palazzo Publico. Badan Administrasi Pemerintah San Marino menggunakan Palazzo Publico untuk kegiatan seremoni resmi pemerintah. Di tengah Pallazo Publico terdapat Liberty Square dengan patung wanita yang juga dikenal “Piaza Della Liberta”.

Di Palazzo Publico, wisatawan bisa menyaksikan pergantian pengawal penjaga yang bertugas atau dikenal dengan Cambio Della Guardia. Wisatawan bisa menonton prosesi yang berlangsung selama 1,5 jam pukul 09.30 dan 17.30 waktu setempat selama bulan Mei hingga September dan bulan lain mulai pukul 14.30.

Bangunan-bangunan bersejarah lain yang bisa dikunjungi seperti Saint Francis Gate/Porta del Loco, Gereja Basilica of Saint Marinus, dan Cliff Gate/Porta Della Ripa. Porta del Loco adalah gerbang utama menuju ke pintu masuk Kota Tua San Marino.

Sementara Gereja Basilica of Saint Marinus adalah gereja utama di Kota San Marino untuk mengenang Santo Marinus sebagai pendiri dan pembela negara. Tubuh Santo Marinus dimakankan di bawah altar utama.

 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/27/200800627/liburan.ke.republik.tertua.di.dunia.kunjungi.obyek.wisata.ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *