Menghirup Kedamaian Di Pulau Osi

MENAPAK 1.273 meter jembatan kayu terasa dekat meski agak melelahkan. Kaki seperti tak mau berhenti berjalan saat raga mulai diterpa embusan hawa sejuk hutan mangrove yang berbaris mengapit sisi jembatan.

Ketika malam menghampiri, kesunyian pun perlahan datang membawa kedamaian. Mari berlibur ke Pulau Osi.

Namun, untuk menikmati keindahan dan kedamaian itu perlu lewat jalan panjang dengan moda kendaraan bersambung.

Bagian barat Pulau Seram, Maluku, Januari lalu terasa panas. Suhunya sekitar 32 derajat celsius. Tak banyak pohon rimbun berdiri di sisi jalan perbukitan selepas dari Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat.

Lebih banyak dominasi pohon kayu putih setinggi kurang dari 2 meter yang mulai menghijau setelah hangus dilahap api tahun lalu.

Kayu putih menggoda menghentikan langka untuk sekadar memetik pucuknya, meremas, dan menghirup aromanya. Tercium bau minyak kayu putih, oleh-oleh khas Maluku yang banyak dicari para pengunjung.

Tak perlu berlama-lama, dari atas bukit telah tampak pulau-pulau kecil menggoda. Ingin secepatnya menjejakkan kaki menikmati keindahan yang banyak dikisahkan orang.

Sekitar 9 kilometer kemudian, jalanan aspal berakhir disambut jalanan tanah berdebu dengan taburan kerikil sejauh hampir 4 kilometer.

Genangan air di jalanan itu mengurangi laju pejalan kaki dan kendaraan roda dua untuk tiba di pesisir Pulau Seram. Sebuah gerbang besar berdiri di ujung jembatan kayu.

Selamat datang di Pulau Osi, hanya pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang diperbolehkan masuk.

Hawa sejuk menerpa saat menapaki jembatan kayu itu. Rimbunan mangrove setinggi 4 meter lebih berbaris rapat di sisi jembatan.

Sesekali terdengar riak air laut yang membentur akar mangrove dan tiang jembatan setinggi sekitar 2 meter itu. Jangan khawatir, jembatan sepanjang 1.273 meter itu tak mudah roboh.

Hampir setiap hari ada warga yang ditugaskan memeriksa kondisi jembatan agar aman dilalui.

Beberapa remaja dari Kota Ambon berboncengan dengan sepeda motor berhenti di ujung jembatan. Mereka pasang gaya dan berswafoto.

Perjalanan ke Pulau Osi dari Kota Ambon mereka lakukan dengan mengendarai sepeda motor sekitar 1 jam ke Pelabuhan Hunimua.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/13/172100427/menghirup.kedamaian.di.pulau.osi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *