Menikmati Wajah Baru Cihampelas

LAMA dikenal sebagai pusat perdagangan di Kota Bandung, pernah Jalan Cihampelas tenggelam dalam suasana semrawut. Pengguna jalan berebut tempat dengan pedagang kaki lima. Keberadaan Teras Cihampelas mengubah wajah suram.

Wajah Yadin (44), warga Cihampelas, Kecamatan Cipaganti, Bandung, semringah, Rabu (1/2/2017). Lukisan cat bertuliskan promosi usaha batagor dan bakso tahu miliknya sudah hampir rampung. Warna-warni cat yang dilabur di atas etalase kaca membuat kios berukuran 1,5 meter x 1,2 meter itu semakin segar dipandang mata.

Etalase kaca ini baru ia beli seharga Rp 600.000. Setelah 21 tahun berdagang batagor dan bakso tahu, etalase itu adalah yang pertama ia miliki. Ia juga tak pernah mampu menyewa kios. Ia hanya berjualan di trotoar Jalan Cihampelas.

”Sekarang setelah Teras Cihampelas ini rampung, mimpi punya etalase kaca dan kios tercapai. Semoga omzet Rp 1 juta per hari saat jualan di trotoar meningkat,” katanya.

Teras Cihampelas adalah infrastruktur teranyar yang dirampungkan Kota Bandung. Bangunan ini difungsikan sebagai trotoar setinggi 4,6 meter di atas Jalan Cihampelas.

Dengan lebar 9 meter, Teras Cihampelas menjadi semacam kanopi menutup jalan sepanjang 450 meter atau baru sekitar seperempat dari panjang Jalan Cihampelas.

Keberadaan taman bunga dan tanaman penuh warna serta naungan pohon besar di sepanjang Jalan Cihampelas membuat suasana lebih asri. Untuk mewujudkan bangunan ini, Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan biaya Rp 49 miliar.

Arsitek Teras Cihampelas, Sigit Wisnu Aji, mengatakan, Teras Cihampelas adalah gagasan Wali Kota Ridwan Kamil. Kamil melihat bangunan serupa saat berkunjung ke New York, Amerika Serikat. Dinamakan Skywalk, bangunan itu digunakan untuk pejalan kaki.

Akan tetapi, kata Sigit, bangunan ini bertransformasi di Bandung. Selain berfungsi sebagai trotoar, Teras Cihampelas digunakan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL). Ada 192 PKL Cihampelas berjualan di sana.

Sigit mengatakan, dari berjualan di pinggir jalan, mereka kini menggunakan kios anyar. Luasnya beragam. Ukuran 1,2 meter x 1 meter untuk pedagang kerajinan dan kaus.

Sementara kios lebih besar berukuran 1,2 meter x 1,5 meter untuk pedagang kuliner. Bahan kios pelat anti karat dicat warna-warni agar selaras dengan lantai yang penuh warna.

Kalangan difabel juga mendapat tempat di Teras Cihampelas. Di sana ada elevator sehingga pengunjung difabel tidak perlu meniti tangga untuk sampai ke atas.

”Ada jalan khusus juga. Lebih landai, lantai tidak licin, hingga besi pegangan yang aman. Kami ingin semua bahagia,” katanya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/09/201000827/menikmati.wajah.baru.cihampelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *