Pura Ulun Danu, Mahkota Danau Beratan

SEPASANG calon pengantin asal Malaysia tak jemu berpose berlatar kemolekan Pura Ulun Danu Danau Beratan, Kabupaten Tabanan, Bali, awal Januari lalu.

Pesona pemandangan ini membuat mereka jatuh cinta dan bertekad ke Bali demi mendapat foto prapernikahan yang istimewa.

“Indah. Puas melihat foto-fotonya. Ini yang membuat kami merasa harus ke Bali dan berfoto di danau ini,” kata calon mempelai perempuan yang malu-malu menyebutkan namanya.

Mereka bukan orang pertama pada hari itu yang membuat foto untuk prapernikahan. Setiap hari, sejumlah calon pengantin baik lokal maupun mancanegara antre untuk berfoto.

Saat matahari terbit hingga menjelang berlalu berganti malam, Danau Beratan selalu menyediakan pesonanya.

(BACA: Taman Soekasada Ujung, Destinasi Instagenic di Timur Bali)

Suasana tenang, awan cerah, dan danau yang nyaman membawa keteduhan dengan dua bangunan pura di atasnya. Terasa aura magis menyelimuti pura dan danau.

Selain antrean foto prapernikahan, banyak wisatawan asing ataupun lokal juga memenuhi jalur yang tersedia untuk berpose beberapa kali dengan latar Pura Ulun Danu Beratan.

Tak puas dengan foto dari telepon genggam, pengunjung dapat membayar jasa tukang foto. Hasilnya dijamin bagus, dapat bingkai bertuliskan Danau Beratan, langsung cetak warna dan bayar saja Rp 30.000 per foto. Puas….

Jika ingin berkeliling, sejumlah perahu siap mengantar dengan membayar biaya sekitar Rp 100.000 sekali naik. Perahu modern ada juga dilengkapi fasilitas olahraga air.

Pengunjung berdiri di atas papan seluncur mengenakan pelampung dan ditarik dengan tali oleh perahu boat.

(BACA: Pasar Bedugul, Tempat Belanja Oleh-oleh Anti-mainstream di Bali)

Jika berkeliling di sekitar taman, pengunjung dapat menemukan penangkaran rusa. Beberapa rusa dipelihara sebagai hiburan pengunjung.

Pura Ulun Danu Beratan terletak di Desa Candikuning, Baturiti. Lokasinya terletak di jantung Pulau Bali, sekitar 50 kilometer ke arah utara dari Denpasar.

Jalannya berkelok-kelok dari Denpasar, tetapi sudah mulus. Hanya saja, jika musim liburan tiba, dapat dipastikan lalu lintas macet. Namun, keletihan dalam perjalanan terbayar oleh kemolekan Danau Beratan.

Saat ada upacara adat tertentu, Pura Ulun Danu dan Danau Beratan juga sangat ramai. Pengunjung berbaur dengan umat Hindu Bali yang akan bersembahyang menyeberang menuju pura.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/18/190800227/pura.ulun.danu.mahkota.danau.beratan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *