Siap-siap, Raja Ampat Segera Buka Manta Point Di Arborek

BANDUNG, KOMPAS.com – Keberadaan ikan pari manta di Raja Ampat, Papua Barat menjadi salah satu daya tarik wisata bawah laut di wilayah seribu pulau itu.

Mengamati pari manta dari kedalaman laut menjadi peluang untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Raja Ampat.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berencana membuat wilayah khusus untuk memantau pari manta di Manta Shandy, Arborek.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo mengatakan, Raja Ampat sangat spesial bagi pecinta pari manta. Pasalnya, Raja Ampat merupakan satu-satunya wilayah di mana dua jenis pari manta bisa hidup bersamaan.

“Di Raja Ampat itu kan manta salah satu atraksi yang dicari wisatawan, karena hasil penelitian kelautan dunia dua jenis manta ada di Raja Ampat hidup bersamaan. Dari sisi potensi di Raja Ampat hasil riset memang ada, seperti di Laguna Wayag tempat bertelur dan berkembang biak manta,” ucap Yusdi saat ditemui Kompas.com di Waisai, beberapa waktu lalu.

(BACA: Berlibur ke Raja Ampat Memang Mahal, tapi Anda Tak Akan Menyesal…)

Namun, wisatawan dipastikan tak bisa sembarangan menyelam karena pemerintah bakal memberlakukan aturan ketat, salah satunya batasan kunjungan.

“Orang banyak yang masuk karena penasaran akhirnya jadi ramai. Kita takutnya (ikan pari manta) akan terganggu dan bisa saja manta pindah,” ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Desa wisata Arborek di Pulau Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Luas pulau berpasir putih dan dipenuhi homestay ini cuma 6 hektar. Desa Arborek pernah meraih juara satu sebagai Kampung Wisata Terbaik se Papua Barat. Berjalan kaki sepanjang pantai atau memasuki perkampungan sangat disukai wisatawan.

Berdasar kekhawatiran itu, pemerintah setempat akan membentuk kelompok kerja pari manta yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

“Maka kita pemerintah bekerja sama dengan NGO Manta di dunia kita membentuk kelompok kerja manta. Terdiri pemerintah, NGO manta, dan masyarakat bekerja sama untuk mengelola tempat percontohan di Manta Sandy, agar bisa berjalan dengan baik dan sustainable,” ungkapnya.

Saat ini, Pemkab Raja Ampat masih membangun pos untuk para pemantau pari manta sekaligus melakukan pelatihan terhadap masyarakat yang terlibat.

“Itu pilot project, kita sedang bangun pos pengelolaan manta dan melakukan pelatihan bagi masyarakat yang disebut kader manta. Jika terwujud ini akan jadi yang pertama di Indonesia. Sekarang sedang melengkapi peralatannya dan akan segera di-launching,” tambah Yusdi.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/16/171000027/siap-siap.raja.ampat.segera.buka.manta.point.di.arborek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *