Wah, 565 Tatung Kebal Benda Tajam Meriahkan Cap Go Meh Singkawang

SINGKAWANG, KOMPAS.com – Salah satu acara kebudayaan tahunan terbesar di Indonesia, yaitu Cap Go Meh Singkawang kembali terlaksana dengan meriah. Acara puncaknya menempati panggung kehormatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu di kantor wali kota, Sabtu (11/2/2017).

Dari pantauan KompasTravel, ratusan penonton sudah memadati area luar kantor sebelum pintu gerbang dibuka dibuka pada 06.30 WIB. Para tamu kehormatan, yaitu perwakilan kementerian, perwakilan gubernur, walikota, dan perwakilan 27 negara sahabat pun kemudian datang serempak.

Di antaranya ada perwakilan dari Irak, Malaysia, Palestina, Zimbawe, Arab Saudi, Maroko, RRC, Vietnam, dan negara lainnya. Acara dibuka mulai pukul 08.00 WIB dengan tarian NKRI, yang melambangkan berbagai suku di Indonesia, termasuk Melayu, Tionghoa, dan Dayak yang ada di Singkawang.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata RI, Hari Kuntoro menuturkan bahwa pihaknya optimis terhadap pariwisata Singkawang. Hal ini karena menurutnya daerah tersebut sudah memiliki atraksi memukau dan amenitas yang layak. Hanya saja, lanjutnya, tinggal merapikan akses menuju destinasi.

“Harapan pembangunan bandara pun turut disambut baik. Saya optimis melihat acara yang sebesar ini, syarat berkembangnya memang menghargai adat dan kebudayaan orang lain, saya melihat keberagaman ini penuh toleransi dari seluruh kalangan masyarakat,” ujarnya dalam pidato pembukaan, Sabtu (11/2/2017).

Sementara itu Wali Kota Singkawang Awang Ishak yang berada pada akhir masa jabatannya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua yang telah mendukung acara tersebut. Ia berharap Singkawang segera memiliki bandara guna mendukung acara Internasional tersebut.

Sedangkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menyampaikan harapan akan terealisasinya pembangunan bandara di Singkawang. “Segera dibangun agar wisatawan semakin mudah menjangkau Singkawang. Acara internasional ini perlu akses yang mudah dari berbagai kota bahkan negara,” ungkapnya.

Perayaan Cap Go Meh Singkawang ini menghadirkan pawai kebudayaan dengan lebih banyak peserta. Total tatung yang pawai pada tahun ini sebanyak 565 tatung. Jumlah itu di luar penari, pemusik, pengawal dan anggota lainnya.

“Singkawang ini Cap Go Meh-nya termasuk ke dalam Wonderful Of The World, karena tatungnya yang menunjukan kebolehan dari tahun ke tahun tak kurang dari 500-an orang. Dihadiri wisatawan dari berbagai negara dan peserta dari berbagai daerah,” ujar Hari.

Acara dimulai dengan arak-arakan naga terpanjang tahun ini, diikuti liong, barong, dan para tatung yang unjuk kebolehan. Ratusan perguruan mengirim tatung-tatungnya yang sudah dikondisikan agar kebal dengan berbagai benda tajam, saat unjuk kebolehan.

Replika sosok naga raksasa sepanjang 178 meter yang turut memeriahkan perhelatan budaya akbar tersebut berhasil tercatat sebagai naga terpanjang oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

Salah satu wisatawan asal Pontianak yang hadir, Vania mengatakan tahun ini lebih ramai dan rapih, karena menempati area panggung kehormatan yang sudah tertata.

“Lebih nyaman sekarang, tertata jalur-jalurnya, juga kelihatan lebih ramai pesertanya,” ujarnya pada KompasTravel.

Dari Kantor Wali Kota Singkawang, pawai pun berlanjut menempuh rute sekitar tiga kilometer. Lalu singgah di kelenteng terbesar di pusat kota, untuk kemudian meneruskan ke Tugu Naga Singkawang sebagai garis akhirnya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan lelang beberapa barang perlengkapan pawai, seperti atribut dayak dari para tatung, yang berlokasi di sisi Tugu Naga Singkawang.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/11/113450327/wah.565.tatung.kebal.benda.tajam.meriahkan.cap.go.meh.singkawang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *